Bijak Mengatur Anggaran Rumah Tangga

Merdeka secara finansial merupakan impian bagi banyak orang, termasuk saya. Sebelum mencapai mimpi tersebut, kita harus menguasai beberapa hal di dalam keuangan. Yang paling dasar ialah mengatur anggaran keuangan.

Dalam workshop kedua yang diadakan oleh VISA ini, kembali menghadirkan Prita Ghozie sebagai Financial Educator. Pada kesempatanini Mbak Prita berbagi ilmunya tentang budgeting dan saving. Ada empat langkah yang harus diperhatikan dalam mengatur anggaran keuangan rumah tangga:

  1. Tentukan Prioritas

Istri sebagai “manajer” rumah tangga harus tahu prioritas apa saja yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tidak apa-apa berbelanja sesuatu yang kita inginkan, asalkan tidak mengorbankan kebutuhan hidup sehari-hari.

Bedakan juga antara kebutuhan saat ini dan kebutuhan masa depan. Kebutuhan saat ini yaitu yang jatuh tempo kebutuhannya masih dalam dua belas bulan kedepan. Contoh: pengeluaran rumah tangga dan bayar uang sekolah bulanan. Sementara kebutuhan masa depan adalah yaitu kebutuhan yang jatuh temponya diatas dua belas bulan. Contoh : kebutuhan biaya umrah, naik haji, kebutuhan di masa tua.

 

  1. Pengelolaan Arus Kas

Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan arus kas :

  • Zakat

Utamakanlah zakat. Mbak Prita mengingatkan bahwa di dalam penghasilan kita selalu ada hak orang lain.

  • Assurance / Jaminan

Dana Darurat atau Asuransi. Seperti yang sudah dipaparkan di pertemuan sebelumnya. Sisihkanlah minimal 10% dalam pendapatan bulanan untuk dana darurat.

  • Present Consumption

Kebutuhan rutin atau kebutuhan rumah tangga sehari-hari harus LUNAS. Tidak boleh berhutang.

  • Future Spending

Bijaksanalah dalam menganggarkan kebutuhan di masa depan dengan cara MENABUNG DULU, BELI KEMUDIAN.

  • Investment

 

 

 

  1. Meraih Mimpi

Catat dan buat daftar hal-hal yang ingin anda lakukan atau anda capai dalam rentang waktu yang ditentukan. Misalnya: ingin memiliki tempat tinggal, punya usaha, atau jalan-jalan ke Eropa. Diskusikan dengan pasangan anda, lalu buatlah timeline seperti berikut:

 

Tentukan dulu apa mimpi yang harus kita capai, lalu kapan goal tersebut harus dicapai. Dari situlah maka kita bisa tahu apa saja usaha yang harus kita lakukan dan membuat countdown per-bulan, per-minggu hingga per-harinya.

 

 

  1. Bedakan antara Anggaran Bulanan dan Anggaran Musiman

Pengeluaran yang sifatnya rutin dikeluarkan tiap bulannya bersumber dari gaji. Seperti biaya air, listrik, gas, belanja kebutuhan rumah tangga dan lain-lain.

Sementara pengeluaran musiman yang sifatnya harus dibayar per tahun seperti pajak kendaraan, qurban dan lain-lain bersumber dari bonus atau THR.

TEKNIK MENGATUR PENGELUARAN

Mbak Prita mengingatkan agar setiap dana kas yang masuk langsung di pisahkan ke dalam tiga anggaran. Yakni: Biaya bulanan, dana darurat dan tabungan atau investasi. Dan ketiga alokasi tersebut harus memiliki rekening khusus yang tidak boleh di campur. Hal ini dimaksudkan supaya kita bisa lebih bijaksana dan tidak bingung ketika akan melakukan transaksi.

Dan berikut adalah to-do-list yang harus kita lakukan setaip bulannya.

 

Demikian ulasan saya dari workshop kedua tentang membuat anggaran. Semoga bermanfaat bagi ibu-ibu dalam membuat budget planning untuk rumah tangganya.

“It’s not how much you make, but how much you spend.” –Prita Ghozie-

 

 

 

 

Save

Leave a Reply