BIJAK MEMILIH INVESTASI

Bunda, adakah yang suka bingung memilih investasi yang tepat untuk keluarga? Atau adakah yang suka terpikir “pengen sih investasi..tapi takut ketipu”. Nah, catatan saya kali ini akan menjabarkan poin-poin penting dari investasi ketika mengikuti workshop ketiga bersama Financial Educator, Prita Ghozie, yang diadakan oleh VISA beberapa waktu lalu.

Lima Prinsip Investasi :

  1. Pahami Tujuan dan Profil Risiko Investor

Dalam hal ini mbak Prita mengumpamakannya dengan ‘seekor sapi’. Apa tujuan kita berinvestasi? Apakah kita mau menggemukan sapi tersebut lalu dijual? Atau kita mau menikmati susunya ?

Semua tergantung kepada kebutuhan masing-masing. Mbak Prita menganjurkan bagi usia produktif sebaiknya memilih opsi pertama yaitu ‘menggemukan sapi’. Sementara bagi pensiunan sebaiknya memilih untuk ‘menikmati susu sapinya’.

Adapun untuk profil risiko investor yakni:

  • Investor Konservatif -> 100% Defensif
  • Investor Moderat -> 60% Defensif & 40% Agresif
  • Investor Agresif -> 30% Defensif & 70% Agresif

 

  1. Tentukan Jangka Waktu

Kembali lagi kepada tujuan kita untuk berinvestasi dan untuk berapa lama.

Apakah untuk tabungan pendidikan anak, untuk membeli rumah atau untuk tabungan pensiun. Lalu tentukan tujuan-tujuan tersebut dengan jangka waktu yang ingin dicapai. Apakah untuk short term, medium term ataupun long term. Dan pastikan darimana sumber dayanya.

  1. Ragamkan Harta Investasi

Sebelum menjabarkan macam-macam investasi, mari bedakan dulu apa itu saving, invest dan speculate.

  • Saving itu kita memiliki account saving di sebuah bank misalnya. Lalu memiliki money market accounts dan sertifikat deposito. Saving ini sifatnya slow growth atau pertumbuhan yang cukup lambat.
  • Invest contohnya yaitu stocks, bonds dan real estate. Investasi sifatnya memiliki risiko yang tinggi.
  • Speculate contohnya day trading.  Dan spekulasi ini memiliki risiko yang sangat tinggi.

Ragam investasi ada tiga:

  1. Aset Fisik, yakni berupa logam mulia dan properti.

Logam mulia contoh yang paling populer nya yakni emas. Sementara properti nggak hanya melulu tentang rumah, ruko atau mobil. Tapi contoh lain yang sekarang banyak digemari oleh ibu-ibu yaitu properti berupa mainan anak atau kebutuhan bayi dan anak yang tujuannya memang untuk disewakan.

  1. Surat Berharga

Contohnya deposito, obligasi, saham dan reksadana.

  1. Bisnis

Bisnis bisa dengan membuka usaha sendiri. Bisa dengan sistem franchise atau kemitraan. Dan bisnis ini tentunya memiliki risiko yang tinggi.

Kemudian pahami risiko-risiko investasi seperti dibawah ini:

  • Risiko Likuiditas : Sulitnya menjual asset yang kita miliki menjadi uang tunai
  • Risiko Votalitas : Naik turunnya harga atau nilai asset
  • Risiko Gagal Bayar : ini adala kondisi dimana modal kita tidak bisa kembali.
  • Risiko Pasar : Risiko yang tidak bisa kita kendalikan. Contohnya: Naik turunnya nilai inflasi dan naik turunnya kurs mata uang.
  • Risiko penipuan berkedok investasi : Risiko yang paling fatal, karena seringnya uang yang kita keluarkan dianggap sebagai ‘modal’ bisa hilang entah kemana. Dan ini marak sekali terjadi di masyarakat.

 

  1. STRATEGI INVESTASI

Ada tiga macam strategi investasi yang bisa kita jadikan pilihan:

  1. Cost Averaging : Displin dalam berinvestasi tiap bulan dan tidak terpengaruh dengan kondisi pasar.
  2. Diversification : “Never put all your eggs in one basket” adalah prinsip dasar investasi. meminimalisir risiko dengan berinvestasi di berbagai sektor.
  3. Long term: Risiko investasi tidak dapat dihindari, tapi dapat diminimalisir dengan lamanya jangka investasi.

 

  1. REVIEW DAN RE-ALOKASI
  • Lakukan Investasi Secara Bertahap dan Berkala
  • Evaluasi dan Lakukan Perubahan Alokasi bilamana Perlu.
  • Waspadai investasi Bodong. Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada kita, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

 

 

Sekian catatan saya ini kali ini dan semoga dapat membantu Bunda untuk memilih investasi yang tepat untuk kebutuhan keluarga ya.

Warren Buffet on Investment : “Do not put all eggs in one basket”.

 

Salam,

Bunda Gio.

Save

Leave a Reply