Berkemah : Mendidik Anak Untuk Mandiri

Mengajak anak balita untuk berkemah adalah hal menyenangkan untuk mendidik anak belajar mandiri.

Rencana ini akhirnya terealisasi karena menurut kami Gio yang waktu itu usianya 2,5 tahun sudah ‘cukup umur’ untuk berkemah. Kami bergabung dengan Komunitas Kemah Keluarga Indonesia (K3I) dan tujuan kami adalah ke Sukamantri Camping Ground, Bogor, Jawa Barat.

Perjalanan bebatuan dan menyusuri hutan menjadi bagian dari cerita petualangan kami kali ini. Setelah hampir dua jam akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Nggak perlu waktu lama untuk beradaptasi, ternyata Gio sudah langsung ‘klik’ dengan suasana alam tersebut. Walaupun saat itu sedang hujan rintik-rintik tapi tak menyurutkan semangatnya untuk membantu kami mendirikan tenda.

Selesai mendirikan tenda, kami makan siang, lalu beristirahat di dalam tenda. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas kami sehari-hari seperti makan, mandi, tidur dan bermain. Hanya saja dalam berkemah tentu keadaannya sangat berbeda. Tidak ada kasur empuk seperti layaknya di kamar tidur dalam rumah, persediaan bahan makanan pun pasti tak selengkap dirumah, karena harus membawa makanan yang bisa bertahan tanpa lemari es. Lalu soal kamar mandi yang kondisinya berbeda dengan dirumah, juga terkadang harus antre dengan orang lain karena jumlahnya yang terbatas. Hal-hal seperti itulah yang ingin kami ajarkan kepada Gio. Kenyamanan di setiap tempat akan berbeda dengan dirumah. Tapi dimanapun kita berada harus bisa beradaptasi menyesuaikan kondisi di lingkungan tersebut.

 

Dan Alhamdulillah, untuk kemah perdana kami ini semua berjalan lancar. Our son through it very well. Bahkan anak kami terlihat enjoy saja menjalani short getaway weekend kali ini. Ia bahkan tidur terlelap di dalam sleeping bag nya dengan memakai sweater. Makan tetap lahap dan nggak picky. Bahkan ia juga belajar saat harus bebersih menggunakan langsung dari mata air yang mengalir yang berada disana. Gio was being very nice, tidak rewel dan tidak ada drama. Bahkan ia selalu asyik berlari kesana kemari di sekitar perkemahan tersebut. Selain belajar untuk melatih kemandiriannya, berkemah juga sekaligus belajar untuk mengenal dan mencintai alam semesta.

Moms, hal yang penting tak lupa saya dan suami juga memberitahu kepada Gio bahwa kita akan pergi berkemah beberapa hari sebelumnya. Kami bilang padanya bahwa nanti kita akan pergi ke daerah pegunungan yang suasananya nyaman sekali, udaranya sejuk dan sangat bersih. Kemudian kami juga  akan tidur di dalam tenda menggunakan sleeping bag, tidak ada kasur dan selimut seperti dirumah. Kebetulan Gio memang punya tenda kecil untuk tempatnya bermain, jadi dia sudah ada gambarannya. Kami juga memperlihatkan foto-foto tempat dan kegiatan yang akan kita lakukan selama berkemah. Ini penting sekali bagi saya dan suami supaya membiasakan komunikasi dengan anak dan juga agar ia tidak kaget ketika akan dibawa ke suatu tempat yang baru. So far, cara seperti itu worked really well bagi kami.

Begitulah cerita pengalaman perdana berkemah kami. And we believed there is a thousand ways to educate our children with travelling. Kira-kira siapa the next Mama dan Papa yang mau mencoba berkemah dengan si kecil?

Love,

Bunda Gio

 

Save

20 Comments

  1. Yunita

    6 December 2017 at 1:47 pm

    Kalau saya mau ngajak pertama kali keluarga kemping gitu bisa ya? Apa saja yang dibutuhkan bunda? makasih

    1. admin

      11 December 2017 at 12:56 am

      hallo bunda Yunita.. tentu bisa bun.. yang dibutuhkan sama seperti kemping pada umumnya saja. Seperti tenda, flysheet, sleeping bag, lampu gantung, peralatan masak kemping, bahan makanan secukupnya yang tahan diluar kulkas, baju secukupnya, sweater dan lainnya.

  2. Yunita

    6 December 2017 at 1:47 pm

    Kalau saya mau ngajak pertama kali keluarga kemping gitu bisa ya? Apa saja yang dibutuhkan bunda? makasih

  3. Jalan-Jalan KeNai

    8 February 2018 at 12:45 pm

    Anak-anak saya juga terbiasa berkemah sejak kecil. Memang seru ajak anak-anak berkemah 🙂

  4. El-lisa

    11 February 2018 at 9:42 am

    Saya belum pernah ngajak anak anak kemah di luar. Pasti seru yaaa

  5. Nia tiara

    11 February 2018 at 9:48 am

    Disamping melatih mandiri, kesederhanan, juga kebersamaan, saling tolong menolong. Anak-anak pasti senang, krn banyak temannya.

  6. Amallia Sarah

    12 February 2018 at 2:01 am

    Penting banget ya mba mengenalkan alam begini pada anak. Aku Alhamdulillah belum. Hehehe rencana sih ada, mudah2an cepat di approve am Allah

  7. Novia Syahidah

    12 February 2018 at 2:03 am

    Ya ampun seru banget, baru tau saya ada komunitas K3I ini. Ini komunitasnya di daerah mana aja Mbak Dewi? Siapa tau kapan-kapan bisa ikutan juga.

  8. lita chan lai

    12 February 2018 at 2:15 am

    asyik bgt kemping sama keluarga….
    anak2 pasti senang ya…semoga jadi anak mandiri ya.

  9. Elva Susanti

    12 February 2018 at 2:53 am

    Seru ya mbak bisa kemah bareng anak, bikin lebih akrab dan dekat pastinya

  10. Arin

    12 February 2018 at 3:42 am

    saya sepakat ka… ngajak anak berkemah bisa menjadi salah satu alternatif mendidik anak yang mandiri dan peka juga terhadap lingkungan pastinya. Ka saya buak sewa alat camping loh di rumah hehe.. instagramnya : @khatulistiwa_adv barangkali butuh hehe

  11. April Hamsa

    12 February 2018 at 4:12 am

    Cara gabung Komunitas Kemah Keluarga Indonesia (K3I) gmn caranya mbak?

  12. Nur Patria

    12 February 2018 at 4:55 am

    Asyik ya berkemah bersama keluarga. Bisa melatih kemandirian dan lebih dekat dengan alam 🙂

  13. Dian Restu Agustina

    12 February 2018 at 5:45 am

    Wah keren mbak kemping bareng keluarga , ada komunitasnya juga ya..selama ini anak-anak kemping acara sekolah seneng banget katanya.. Bisa dicoba nih kemping skeluarga

  14. Ophi Ziadah

    12 February 2018 at 2:44 pm

    Kami jg pernah ngajak anak2 camping waktu itu trio krucils msh di usia 4, 6 dan 8 thn. Mek seneng bgt, to mmg smcm glamping sih bukan camping beneran. Lain kali pingin coba ajak mrk camping beneran jg sih

  15. Natara

    12 February 2018 at 4:17 pm

    Seru banget mbak… Aku juga nanti ingin ajak anak anaku kemping loh… Cuma tunggu mereka cukup umur dulu deh kayanya… Buat pemanasan aku sudah beliin mereka mainan tenda tendaan loh..

  16. Iecha

    12 February 2018 at 5:54 pm

    Kyanya seru. Pasti banyak bocah2 jg

  17. Novita leviyanti

    13 February 2018 at 2:06 am

    Seru ya… Keluarga kami dari dulu juga suka k daerah pegunungan dan anak2 menikmati banget

  18. Leila

    13 February 2018 at 8:55 am

    Acung tangan, maaauuu, hehehe. Anak-anak sudah sering bilang kepengin sebetulnya, tapi ortunya yang masih mager, hehehe. Makasih ceritanya ya, Mba. Jadi ada gambaran lebih jelas.

  19. Syarifah Zahrina Firda

    16 February 2018 at 3:48 am

    Wah cara ini bsa aku simpen nnti misal pnya anak hehe

Leave a Reply