Halodoc: Solusi Sehat Tanpa Ribet

Sejatinya, kesehatan anak adalah salah satu hal terpenting yang menjadi perhatian khusus orangtua. Sebagai ibu baru yang masih minim ilmu dan pengalaman, sering sekali saya menghadapi banyaknya berbagai macam pendapat tentang cara menangani anak sakit, yang  kerap membuat bingung.

Oleh karena itu Halodoc bersama The Urban Mama (TUM) mengundang para Mama untuk menghadiri acara TUM Bloggers Meet Up yang membahas Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Anak. Acara ini merupakan bentuk kepedulian Halodoc dan TUM terhadap kesehatan anak dan juga untuk memberikan edukasi dan solusi kepada para Mama bagaimana menghadapi anak saat anak sakit dengan cara yang benar sesuai anjuran medis.

Suasana talkshow bersama Halodoc

Dalam kesempatan tersebut ada beberapa narasumber yang turut hadir berpartisipasi dalam acara yang diadakan di Paradigma Kafe, Menteng, Jakarta Pusat ini. Diantaranya dr Herlina, SpA, Felicia Kawilarang sebagai VP Marketing Communication Halodoc dan Chacha Thaib sebagai Moms Influencer  sekaligus ibu dari satu orang anak.  Chacha berbagi pengalamannya yang hampir sama dialami oleh semua ibu baru yang sering panik ketika anak mulai sakit. Dalam acara itu, dr Herlina menjelaskan ada beberapa penyakit umum yang sering terjadi pada anak serta berbagai mitos dan faktanya.

Kiri ke kanan: dr.Herlina spA, Felicia Kawilarang (VP Marcom Halodoc), Chacha Thaib (Mom Influencer)

Apa saja sih mitos dan fakta penyakt anak yang umum terjadi? Dan apa itu Halodoc?  Berikut paparannya:

NO

PENYAKIT MITOS

FAKTA

1.

Kejang

Kejang biasanya terjadi pada anak usia enam bulan hingga lima tahun. Penyebabnya adalah sejumlah virus atau indikasi penyakit lain. Dan kejang juga bisa terjadi setelah imunisasi.

 

Sejumlah orang tua percaya bahwa kopi dapat mengatasi kejang.

Tidak disarankan memberikan kopi kepada anak karena sistem metabolisme tubuh belum sempurna. Ekskresi kafein pada anak akan lebih lambat yang efeknya akan bekerja lebih lama di dalam tubuh. Dan biasanya kejang yang terjadi kepada anak dibawah usia empat tahun yakni karena demam tinggi atau faktor penyebab lainnya.
2.

Demam

Demam sering kali terjadi pada bayi dan juga anak-anak. Penyebabnya pun berbeda-beda seperti adanya virus, infeksi dalam tubuh ataupun efek pasca imunisasi.

Orangtua biasanya memberi selimut tebal dan mengompres denga air es. Tujuannya agar panas keluar ketika anak berekeringat saat diselimuti. Dan mengompres dengan air es dipercaya bisa menurunkan demam anak. Ketika anak demam sebaiknya dikompres dengan air hangat. Karena dikompres dengan air dingin dapat menutup pori-pori yang dapat menghambat berpindahnya suhu tubuh. Anak dapat dikatakan demam jika suhu tubuh mencapai diatas 37,5 derajat celcius. Maka boleh diberikan obat penurun demam (paracetamol) untuk membantu meringankan kegelisahan anak karena panas.
3.

Mimisan

Mimisan biasanya terjadi pada anak-anak usia tiga hingga sepuluh tahun. Hal ini disebabkan karena lapisan pembuluh darah anak lebih rapuh dan mudah pecah sehingga anak-anak lebih sering mengalami mimisan.

Kepercayaan masyarakat dulu penyebab terjadinya mimisan yakni karena kelelahan. Dan biasanya, orangtua sering mengadahkan kepala anak ke atas sambil memberikan daun sirih ke dalam hidungnya dengan maksud untuk memberhentikan perdarahannya. Padahal, mendongakkan kepala saat anak mimisan justru bisa berbahaya karena aliran darah bisa masuk ke dalam paru-paru. Penyabab terjadinya mimisan bisa beberapa hal, yakni: trauma, kelainan di hidung (polip), alergi dan keganasan (kanker). Ketika mimisan terjadi cukup ditekan sisi samping dekat batang hidung. Karena kalau dibaringkan justru akan terjadi aspirasi yang membuat aliran darah masuk ke dalam paru-paru. Bila mimisan berkelanjutan segera periksakan ke dokter untuk mencegah perdarahan yang semakin parah.

 

4.

Radang Amandel

 

Operasi pengangkatan amandel hanya bisa dilakukan ketika anak mencapai diatas usia enam tahun. Operasi tidak ada kaitannya dengan usia. Jika sudah mengganggu dan mengkhawatirkan akan menjadi lebih parah sebaiknya segera diangkat. Adapun yang harus diperhatikan yakni berapa kali dalam setahun anak terkena batuk dan pilek. Apabila lebih dari tujuh kali mengalami batuk dan pilek dalam setahun, maka sudah harus diangkat amandelnya.

 

5.

Terlambat Jalan

 

Sering sekali orang tua zaman dahulu mengatakan pada anak yang terlambat jalan karena kemampuan berbicaranya lebih dahulu muncul dibanding berjalan. Tidak ada hubungannya antara terlambat jalan dengan kemampuan anak mulai berbicara. Yang ada ialah perkembangan motorik kasar pada anak yang berbeda-beda. Ada yang cepat, normal bahkan ada juga yang agak sedikit terlambat dibanding anak-anak seusianya.
6.

Cacar Air

 

Ketika anak terkena cacar air, biasanya disarankan oleh banyak orang untuk tidak mandi karena akan menyebabkan cacar air terebut bertambah parah. Pun saya juga dulu seperti itu saat kena cacar air. Padahal faktanya berdasarkan penelitian medis, penyebab cacar air adalah virus. Mandi tetap disarankan untuk menjaga kehigienisan tubuh kita. Dan terapi terbaik adalah dengan beristirahat yang banyak dan minum vitamin untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.
7. Tumbuh Gigi Tumbuh gigi biasanya identik dengan anak mengalami demam. Padahal tidak semua anak mengalami demam saat tumbuh gigi. Ketika fase tumbuh gigi suhu tubuh anak biasanya akan meningkat. Namun jarang sekali hingga mencapai suhu diatas 38⁰C. Kalau demam diatas 38⁰C besar kemungkinan adanya infeksi lain.
8.

Gondongan

 

Ketika terkena penyakit gondongan, biasanya masyarakat dulu mengolesi blau (pembersih baju) pada leher yang bengkak karena dipercaya dapat menyembuhkan kebengkakan yang terjadi di kelenjar sekitar leher.

 

Secara medis tidak ada hubungannya antara gondongan dengan blau. Gondongan adalah penyakit yang timbul karena virus paramyxovirus. Ketika terkena penyakit ini, harus segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Adapun terapi terbaiknya juga harus istirahat yang banyak dan mengkonsumsi vitamin yang dianjurkan oleh dokter untuk mempercepat proses penyembuhan.

Nah, delapan penyakit umum itulah yang umumnya sering terjadi di masyarakat hingga saat ini.  Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari talkshow ini. Namun, saya tidak menepis juga kalau terkadang rasa panik dan gelisah itu muncul ketika anak mulai menunujukkan gejala sakit seperti demam ataupun yang lainnya sering sekali saya suka panik duluan dan menebak-nebak penyebabnya apa. Dan sebagai ibu millenials yang hidup di era digital, hal pertama yang saya lakukan pasti cari tahu dari website tentang gejala yang dialami anak saya atau bertanya kepada sesama ibu-ibu muda melalui aplikasi group whatsapp. Tapi saya nggak tahu website mana yang informasinya akurat dan terpercaya. Apalagi ini soal anak sakit yang penanganannya tidak boleh sembarangan. Dan makin panik lagi apabila dokter spesialis anak tidak bisa dihubungi, libur jadwal praktek atau terjadi kendala lain diluar jangkauan kita.

Tapi sekarang saya sudah tenang karena kini ada Halodoc di dalam genggaman kita. Halodoc hadir sebagai solusi untuk membantu para Mama melakukan tindakan pertama yang tepat saat anak sakit sesuai anjuran dokter. Halodoc adalah aplikasi startup kesehatan yang bisa menghubungkan kita langsung dengan dokter.

Ada tiga fitur yang dapat kita manfaatkan di dalam aplikasi Halodoc. Yakni: Pharmacy Delivery, Contact Doctor dan Lab Service.

Tiga fitur aplikasi Halodoc

Yang pertama ada fitur Pharmacy Delivery.  Melalui fitur ini, kita dapat memesan obat di apotik antar 24 jam dengan bebas biaya pengantar dengan memilih menu Pharmacy Delivery. Dengan meng-upload resep yang diterima dari dokter dan pesanan obat akan segera langsung diproses dan diantar kerumah kita.

Fitur Pharmacy Delivery

Yang kedua ada menu Contact Doctor kita dapat langsung berkonsultasi dengan dokter melalui chat, voice call, bahkan video call. Wow! Halodoc juga memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis hingga spesialis mata yang online 24 jam. Jadi nggak perlu panik lagi ya moms kalau tiba-tiba anak sakit.

Fitur Contact Doctor

Kemudian ada fitur Lab Service , berupa layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk untuk datang ke rumah kita, ke kantor dan melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah ataupun urine. Di dalam fitur ini bahkan kita dapat memilih layanan lab apa saja yang kita butuhkan. Saat ini fitur Labs dapat dimanfaatkan oleh pengguna di sekitar Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Fitur Lab Service

Itulah ketiga fitur dalam aplikasi Halodoc yang dapat kita manfaatkan secara maksimal untuk mendapatkan pelayanan sehat tanpa harus ribet. Sangat inovatif dan solutif, bukan?

Yang lebih menariknya lagi kita juga dapat menikmati layanan Halodoc di dalam website www.halodoc.com.  Dengan mengakses website yang tampilannya sangat menarik dan memanjakan mata ini, kita bisa membaca artikel seputar kesehatan, kecantikan sampai tentang pengasuhan anak. Kredibilitas tidak perlu diragukan lagi karena semua artikel ditulis langsung oleh dokter dan pakar-pakar yang kompeten.

Macam-macam artikel di www.halodoc.com

Selain dari website, informasi kesehatan akurat dari Halodoc juga bisa kita ikuti melalui akun media sosial di:

Twitter : HalodocID

Instagram: Halodoc

Facebook: HalodocID

Cara mendapatkan aplikasi Halodoc ini sangat mudah. Mama tinggal mengunduh aolikasi Halodoc di smartphone masing-masing pada App Store (iOs) dan Play Store (Android). Jangan lewatkan promo menarik untuk bisa berkonsultasi dengan gratis sampai 28 Februari ini lho!

Terima kasih Halodoc dan The Urban Mama yang telah berbagi ilmu dan inspirasi bersama kami. Halodoc, solusi sehat tanpa ribet menjadi sahabat ibu-ibu masa kini!

Seluruh peserta The Urban Mama bersama tim Halodoc. (foto kredit: www.theurbanmama.com)

 

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition yang diadakan oleh Halodoc dan The Urban Mama. 

 

12 Comments

  1. Amallia Sarah

    25 February 2018 at 5:30 pm

    Jadi ga galau lagi kalau anak sakit y mbak. Biza langsung konsultasi SM dokter.

  2. Leila

    28 February 2018 at 1:13 am

    Acaranya asyik ya Mba, bermanfaat banget…sayangnya mau ikutan eh bentrok sama nikahan sepupu. Makasih catatannya, Mba, jadi tetap bisa dapat ilmunya deh.

  3. Dian Restu Agustina

    28 February 2018 at 1:52 am

    Wah komplit sekali aplikasi halodoc ini ya Mbak Dewi..Tentu membantu kita di keseharian untuk konsultasi juga info kesehatan, kecantikan, pengasuhan anak… TFS Mbak:)

  4. Utie adnu

    28 February 2018 at 2:37 pm

    Semakin kesini semakin mudah ya mba mau apapun tinggal ambil smartphone tinggal klic ada info yg d mau, aplg haladoc ini bermanfaat banget

  5. Amallia Sarah

    1 March 2018 at 3:41 am

    Semenjak ada aplikasi Halodoc ini, membantu banget buat para orang tua memberikan penanganan yang cepat dan dari ahlinya ya mb

  6. April Hamsa

    2 March 2018 at 5:19 am

    Wah aplikasi yang ngebantu banget nih mbak buat para mahmud yg punya anak balita terutama 😀
    Eh tapi kalau buat nanya2 kesehatan juga bisa sih ya 😀
    Makasih infonya 😀

  7. Adriana Dian

    3 March 2018 at 1:35 am

    Iya suka sebel banget sama mitos-mitos kaya diatas itu ya, banyakan yang nggak masuk akalnyaaa. huhuhuu. Aku baru tau nih tentang HAloDoc, mau secepatnya download aaaah. Makasi infonyaaaa

  8. lita chan lai

    3 March 2018 at 9:08 am

    Bisa pilih dokter juga ya. membantu bgt aplikasi holodoc ini buat ibu2 baru…

  9. Novia Syahidah Rais

    4 March 2018 at 6:39 am

    Terimakasih onfonya ya Dewi, aplikasi ini cukup membantu para orangtua. Semoga bisa dikembangkan terus.

  10. Visya

    4 March 2018 at 9:52 pm

    Aku bbrp bulan terakhir pke halodoc and it helps me so much huhu jd terharu :” btw mba Dewi gabung the urban mama? Hehe

  11. Vivi

    5 March 2018 at 6:12 am

    Beneran baru tahu ada aplikasi seperti ini. Emak gak perlu panik lagi ya kalau anak sakit. Terima kasih informasinya mbak. Barakallahu fiik

  12. Iecha

    26 March 2018 at 12:57 pm

    Jadi kayak punya dokter pribadi dalam genggaman. Kece appsnya

Leave a Reply