Kita dan Sepakbola

Sepakbola sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak lama. Dari mulai sering main Play Station winning eleven (WE) sama Papi waktu kecil. Main Football Manager  sampe begadang2 walaupun ini nggak terlalu mengerti  ya. Sampai-sampai ketemu suami juga karena di dunia perbolaan ini (eeaa 😂😜). Kami yang sesama Madridista bertemu saat kedatangan Pemain Real Madrid, Pepe dan Arbeola di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada tahun 2012 lalu.
Rezeki nggak kemana, saya juga berkesempatan menjadi jurnalis olahraga di TV ‘merah’.
Sejak saat itu seolah semua ‘pintu-pintu’ memasuki dunia sepakbola semakin luas. Saya dapat banyak sekali kesempatan spesial, seperti meliput klub-klub papan atas international yakni Liverpool, Chelsea, dan lain-lain.  Lalu bertemu dengan Steven Gerrard hanya dengan jarak satu meter, bahkan berkesempatan untuk one on one interview dengan pemain legenda Inggris sekelas Robbie Fowler dan masih banyak lagi.
Untuk urusan sepakbola dalam negeri pun ini sudah seperti menjadi ‘makanan sehari-hari’. Mulai dari wawancara pemain, latihannya para punggawa, hingga pertandingan timnas ataupun antar klub hingga menjadi host untuk big match Persija Jakarta vs Persib Bandung yang fenomenal itu.
Dari dunia ini pula saya mendapatkan banyak teman-teman yang kini beberapa diantaranya sudah menjadi seperti saudara.
Pada ahad lalu tanggal 25 Maret 2018, kami bertiga (saya, suami dan Gio) berkesempatan untuk menonton sepakbola untuk negeri yang diadakan AIA bersama David Beckham di Stadion Soemantri Brodjonegoro. Saya semangat banget karena sudah lama nggak nonton bola di stadion. Apalagi ini ada bonus Beckham nya 😁.
Anak kami, Gio, juga nggak sabar pengin nonton bola. Namun pertandingan yang harusnya dimulai pukul 15.30 telat dua jam dan baru mulai pukul 17.30 karena memang hujan di sore itu tidak kunjung mereda. Bahkan lapangan pun tidak kondusif untuk dipakai main bola karena sangat licin dan becek. Tapi tetap sore itu tidak menyurutkan semangat para penonton yang sudah hadir untuk menyaksikan pertandingan dan melihat Beckham. Becks pun akhirnya muncul dan menyapa para penonton yang sudah menunggu lama.
Ketika pertandingan dimulai, Gio yang sudah lelah akhirnya terlelap di pangkuan Ayahnya. Dan justru ini malah menjadi unexpected me time bagi saya! Yeayy! 😄
Me time dan nostalgia. Menikmati pertandingan bola di stadion dan merasakan menjadi bagian dari dunia ini lagi. Rasa-rasanya ingin live report juga menulis naskah untuk program Kabar Arena (eh😜 ). Kalau dulu seringnya hanya bersama cameraman di stadion sebagai partner kerja. Kini saya bersama suami dan anak. Sungguh merupakan kebahagian hakiki bagi penikmat sepakbola.
Namun, nggak hanya sekedar nonton bola saja. Yang lebih penting dari kami, khususnya suami yaitu dapat terus menjaga dan menjalin ukhuwah dengan teman-teman lamanya. Karena bagaimanapun kita menjadi saksi perjalanan karier mereka. Dan mereka menjadi saksi perjalanan hidup kami dari awal bertemu sampai sekarang.
(Isnan Ali, Gio dan Suami)
(Firman Utina, Gio dan Suami).
So, “Selamat datang di dunia Ayah Bunda, Nak! Kelak kamu akan tahu bagaimana Ayah dan Bunda bertemu. Dan mungkin paman-pamanmu ini yang akan mengajarkanmu bermain sepakbola. Apapun pilihanmu, sepakbola sudah menjadi dan akan selalu menjadi bagian dari hidup kita. Karena atas izin Allah dari situlah awal mula kamu bisa ada di dunia ini!” 😊
Love,
-Bunda-

4 Comments

  1. Amanda ratih

    28 March 2018 at 12:20 am

    Jadi, mbaknya suka banget bola? ya emang hobi sih ya nggak bisa disama2in sama orang. Dulu saya mikirnya, kenapa satu bola aja direbutin banyak orang, makannya saya nggak tapi suka bola wkwk

    1. Dewi Febrianti

      29 March 2018 at 12:36 pm

      Suka menontonnya tapi kalo mainnya ga bisa yaa 😀

  2. Raka

    29 March 2018 at 10:40 am

    Luar biasa bunda gio yang langsung jatuh cinta sama suaminya pas nonton bola… 😀

    1. Dewi Febrianti

      29 March 2018 at 12:34 pm

      Jangan suka memutar balikkan fakta yaa 😀 wkwkw. :*

Leave a Reply