Bijak Kelola Keuangan Rumah Tangga dan Usaha

Assalamualaikum, Moms! Kali ini saya pengin share tentang mengatur keuangan rumah tangga yang ideal dan juga tips mengatur keuangan untuk usaha mama . Tenaaang, nggak akan berat-berat kok. InsyaAllah bisa di aplikasikan sesuai kebutuhan mommies semua.

Seneng banget beberapa hari lalu saya diundang The Urban Mama (TUM) ke event Ibu Berbagi Bijak: Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera. Sama seperti tahun lalu, menghadirkan narasumber seorang Financial Educator favorit, Prita Ghozie dan juga seorang womanpreuneur, Jenahara Nasution.

Moms, pada suka ngecek kesehatan keuangannya nggak? hehe. Menurut Prita kita tuh perlu banget mengecek kondisi keuangan kita lho. Kenapa? Supaya kita tahu apakah keuangan kita sehat atau tidak.

MENGATUR KEUANGAN RUMAH TANGGA

Ada tiga poin penting yang harus diperhatikan dalam mencapai keuangan ideal.

  1. FINANCIAL CHECK UP

Dari financial check up ini kita bisa menilai apakah keuangan moms sudah sehat atau belum? Ada empat indikator dalam mengecek kondisi kesehatan keuangan kita:

  • Utang

Apakah Moms punya hutang? Pastikan pinjaman tersebut bersifat produktif dan cicilannya dibawah 30%.

  • Biaya hidup lebih kecil dari pemasukan

Moms, online shop memang selalu menggoda tapi jangan sampai jadi defisit demi hal-hal yang belum dibutuhkan. Pahami prioritas pengeluaran apa saja, jangan mudah tergoda hal-hal tidak perlu!

  • Dana Darurat

Setidaknya kita harus punya dana darurat sejumlah minimal 3x pengeluaran rutin dan harus berupa kas.

  • Tabungan

Ada dua jenis tabungan yang setidaknya kita anggarkan,Moms. Yang pertama yaitu tabungan untuk rencana, misalnya untuk liburan. Lalu yang kedua tabungan untuk investasi masa depan.

  1. MENGELOLA ARUS KAS

Nah, kuncinya dimulai dari sini, Moms. Kalau kita nggak punya anggaran untuk di pos-posin, keuangan kita akan menjadi kacau. Pastikan setiap ada pemasukan kita sudah siapkan uang kita ke dalam lima pos, yaitu:

  • Zakat -> Moms, jangan lupa, setiap pemasukan yang kita terima ada hak orang lain yang membutuhkan. Saran mbak Prita setidaknya kita sisihkan 5% untuk berbagi dengan orang lain.
  • Assurance -> Sisihkan minimal 10% untuk jaminan
  • Presence consumption (konsumsi saat ini) -> presence consumption yang dimaksud disini adalah biaya hidup dan cicilan yang dimiliki saat ini yaitu maksimal sebesar 60% dari pemasukan.
  • Investasi -> Usahakan kita harus bisa menyisihkan 15% untuk pos investasi.
  • Gaya hidup -> Kita tetap boleh ya moms menikmati pemasukan uang kita untuk gaya hidup. Tapi tetep ya mesti ada anggarannya supaya tau batasnya. Mbak Prita menyarankan maksimal 10% pos untuk gaya hidup dari pemasukan rutin kita.

3. Merencanakan keuangan ideal

Kita pasti punya goals ataupun impian di masa depan. Seperti liburan ke luar negeri, memiliki rumah, persiapan biaya kuliah anak, punya bisnis dan lain-lain. Nah, ada beberapa cara juga  untuk menambah penghasilan rumah tangga:

Bekerja secara aktif : Bekerja di sebuah perusahaan.

Menjadi investor misalnya punya kos-kosan atau investasi properti lainnya untuk disewakan.

Menjadi womanpreneur atau memiliki usaha sendiri.

MENJADI WOMANPRENEUR

Memiliki usaha sendiri tentunya banyak diminati kaum hawa di jaman now.

Namun tetap ada beberapa tantangan yang harus dilalui seperti:

  • Mau usaha apa?

Coba kita kenali dulu hobi kita apa. Suatu usaha biasanya dimulai melalui hobi yang sangat kita senangi. Kalau hobi bisa menghasilkan uang, tentunya kita akan lebih rileks dan senang mengerjakannya.

  • Harus tahu dan paham untung vs rugi. Moms, pastikan punya dua rekening untuk pengeluaran rumah tangga dan pengeluaran untuk usaha. Karena pembukuan yang baik dan benar akan sangat membantu kita untuk mengetahui arus kas kita itu untung atau buntung. Dan jangan lupa catat semua modal kebutuhan usaha ke dalam catatan kas khusus usaha, jangan dicampur aduk dengan catatan kas rumah tangga.
  • Pertimbangan lain. pertimbangan lain disini adalah apakah usaha yang akan kita jalankan itu bermitra atau akan menjalankannya sendiri. Kemudian, sumber modal usaha itu apakah dari kita sendiri atau dari investor lain?
(Jenahara Nasution, womanpreneur & Prita Ghozie, Financial Educator).

CARA MENGATUR KEUANGAN RUMAH TANGGA DAN USAHA

  1. Pisahkan antara keuangan rumah tangga dengan usaha.
  2. Omzet usaha dikurangi biaya adalah keuntungan
  3. Keuntungan usaha menjadi bisa di alokasikan menjadi dana kas masuk bagi keuangan rumah tangga.

TIPS MENGELOLA KEUANGAN PEBISNIS

  1. Punya rencana keuangan
  2. Tidak ada utang konsumtif
  3. Tabung dan investasi
  4. Dana darurat
  5. Asuransi kesehatan dan jiwa

Dalam dunia usaha, Jenahara Nasution yang sudah berkecimpung dalam dunia bisnis fashion sejak 2004 ini turut ceritanya dan membagikan tips kepada ibu-ibu yang  dalam acara ibu berbagi bijak ini. Menurutnya, dalam melakukan suatu usaha kita harus punya goals atau tujuan. Karena, tujuan inilah yang akan menjadi alasan kuat bagi kita untuk apa kita bekerja keras melakukan usaha tersebut. Sekaligus menjadi motivasi di kala kita sedang merasa down.

Kemudian, memiliki support system. Support system pertama dan utama apabila kita ingin menjalankan usaha yaitu izin dan restu dari suami. Karena, tentu kita akan menghabiskan banyak waktu untuk menjalankan usaha kita. Kalau sudah dapat izin dari suami, just do it, Moms!

Dan tetap,menjadi ibu rumah tangga sekaligus womanpreneur, kunci keuangan keluarga ada di tangan kita sebagai menteri keuangan rumah tangga ya, Moms! Semoga ulasan saya ini bisa bermanfaat.

Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera”

Love,

Bunda Gio.

Leave a Reply